<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel>
	<title>sweet</title>
	<link>http://sophia.dagdigdug.com</link>
	<description>Nice Day for Great Memories</description>
	<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 15:59:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kode Hasil Pencarian &#160;&#160; </title>
		<link>http://sophia.dagdigdug.com/archives/235</link>
		<comments>http://sophia.dagdigdug.com/archives/235#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 15:59:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sophia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rutinitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sophia.dagdigdug.com/archives/235</guid>
		<description><![CDATA[
  var googleSearchIframeName = &#8220;cse-search-results&#8221;;
  var googleSearchFormName = &#8220;cse-search-box&#8221;;
  var googleSearchFrameWidth = 800;
  var googleSearchDomain = &#8220;www.google.com&#8221;;
  var googleSearchPath = &#8220;/cse&#8221;;
Berbagi
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div></div>
<p>  var googleSearchIframeName = &#8220;cse-search-results&#8221;;<br />
  var googleSearchFormName = &#8220;cse-search-box&#8221;;<br />
  var googleSearchFrameWidth = 800;<br />
  var googleSearchDomain = &#8220;www.google.com&#8221;;<br />
  var googleSearchPath = &#8220;/cse&#8221;;</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://sophia.dagdigdug.com/?p=235&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_235" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sophia.dagdigdug.com/archives/235/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Kata-kata Mutiara &#160;&#160; </title>
		<link>http://sophia.dagdigdug.com/archives/234</link>
		<comments>http://sophia.dagdigdug.com/archives/234#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 14:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sophia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rutinitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sophia.dagdigdug.com/archives/234</guid>
		<description><![CDATA[Keberanian bukanlah ketidakhadiran rasa takut, tetapi melakukannya - Montaigne
Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses. - Lambert Jeffries
Pastikanlah bahwa kepala Anda tidak lebih tinggi dari topi Anda. - Vergill
Tempat untuk berbahagia itu di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keberanian bukanlah ketidakhadiran rasa takut, tetapi melakukannya - Montaigne</p>
<p>Kegagalan biasanya merupakan langkah awal menuju sukses, tapi sukses itu sendiri sesungguhnya baru merupakan jalan tak berketentuan menuju puncak sukses. - Lambert Jeffries</p>
<p>Pastikanlah bahwa kepala Anda tidak lebih tinggi dari topi Anda. - Vergill</p>
<p>Tempat untuk berbahagia itu di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia. - Robert G. Ingersoll</p>
<p>Keberanian bukanlah ketidakhadiran rasa takut, tetapi melakukannya. - Montaigne</p>
<p>Sifat Cinta: 1. Tidak membeda-bedakan 2. Cuma-cuma atau tanpa pamrih 3. Ketidaksadaran diri 4. Bebas - Anthony De Mello Sj</p>
<p>Hanya ikan yang bodoh yang bisa dua kali kena pancing dengan umpan yang sama. -</p>
<p>Kebanyakan dari kita yakin bisa membuat orang lain bahagia dengan cara yang kita tentukan. - Robert S. Lynd</p>
<p>Jika kita sungguh-sungguh menginginkan cinta, maka cintalah pada akhirnya yang justru menunggu kita. - Oscar Wilde</p>
<p>Orang yang tidak bisa memaafkan orang lain sama saja dengan orang yang memutuskan jembatan yang harus dilaluinya, karena semua orang perlu di maafkan. - Thomas Fuller</p>
<p>Ada dua hal yang harus Anda lupakan: Kebaikan yang Anda lakukan kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepada Anda. - Sai Baba</p>
<p>Suatu kehidupan yang penuh kesalahan tak hanya lebih berharga namun juga lebih berguna dibandingkan hidup tanpa melakukan apapun. - George Bernard Shaw</p>
<p>Pengetahuan ada dua macam : yang telah kita ketahui dengan sendirinya atau yang hanya kita ketahui dimana ia bisa didapatkan. - Samuel Johnson</p>
<p>Kita tidak dapat memperoleh pikiran yang damai kecuali kita dapat berhubungan dengan Sumber kedamaian yang ada di dalam diri kita. Damai yang kamu miliki dalam dirimu, dan jika kamu mencarinya di luar, kamu tidak akan pernah menemukannya. - Maha Guru Ching Hai</p>
<p>Jika kita melayani dengan penyerahan penuh (bhakti), kita selamanya terpuaskan, dan merasa terpenuhi. Kita tidak akan berpikir untuk meminta apapun, karena kita merasa bahwa kita memiliki segala sesuatu dalam kelimpahan. - Guru Ching Hai</p>
<p>Janganlah merasa terlalu kecewa, tetapi jalanilah hidup setiap saat dengan sepenuh hati kamu. Apapun yang mesti kamu lakukan, lakukan dengan kebaktian penuh. Miliki iman pada Tuhan dan rencana agung seluruh alam semesta. - Guru Ching Hai</p>
<p>Segala sesuatu merupakan suatu kebiasaan. Kita mempelajari cara keariefan yang merupakan cara kelenturan. Apabila kita terbiasa dengan kelenturan, maka (kita) terbiasa dengan berbagai perubahan dadakan, kita terbiasa dengan tindakan segera, tindakan spontan, bukan tindakan prasangka, itulah cara yang terbaik. - Guru Ching Hai</p>
<p>Kadang kala kita dilahirkan dalam keadaan fakir miskin (sengsara), karena Tuhan menghendaki kita belajar bersemangat pantang mundur dan berlatih keberanian diri. - Guru Ching Hai</p>
<p>Kita seharusnya menjadi se-agung sang Pencipta. Dia bisa mewadahi semua ciptaanNya, mengapa kita tidak bisa bertoleransi terhadap pemikiran-pemikiran saudara kita, teman kita, atau orang lain yang kita kenal? Kita harus bisa berbuat yang sama untuk mencapai Anuttara-Samyak-Samboddhi, dimensi tertinggi, tingkat tertinggi. - Guru Ching Hai</p>
<p>Pada saat kita lancar atau sukses, santai; justru harus lebih waspada, jangan menjadikannya sesuatu terjadi karena kemampuan kita, hingga kehilangan rendah hati, rasa penyesalan, lalu mulai malas, tidak dapat maju. - Guru Ching Hai</p>
<p>semoga bisa berguna</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://sophia.dagdigdug.com/?p=234&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_234" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sophia.dagdigdug.com/archives/234/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY &#160;&#160; </title>
		<link>http://sophia.dagdigdug.com/archives/233</link>
		<comments>http://sophia.dagdigdug.com/archives/233#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 14:03:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sophia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rutinitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sophia.dagdigdug.com/archives/233</guid>
		<description><![CDATA[&#8221; dibaca yah ama dihayati&#8221;
NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY
JANGAN PERNAH JATUH CINTA PADA PERUSAHAANMU
for everyone &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.
Seorang CEO sebuah perusahaan IT dari India berbicara dalam sebuah
sesi dengan para karyawan tentang filosofi ini. CEO tersebut
termasuk dalam 50 orang paling
berpengaruh dalam dunia bisnis di
Asia (dirilis oleh majalah Asiaweek).
INTINYA CERITANYA ADALAH :
CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH
CINTA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221; dibaca yah ama dihayati&#8221;</p>
<p>NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY<br />
JANGAN PERNAH JATUH CINTA PADA PERUSAHAANMU<br />
for everyone &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Seorang CEO sebuah perusahaan IT dari India berbicara dalam sebuah<br />
sesi dengan para karyawan tentang filosofi ini. CEO tersebut<br />
termasuk dalam 50 orang paling<br />
berpengaruh dalam dunia bisnis di<br />
Asia (dirilis oleh majalah Asiaweek).<br />
INTINYA CERITANYA ADALAH :</p>
<p>CINTAILAH PEKERJAANMU, TAPI JANGAN PERNAH JATUH<br />
CINTA KEPADA PERUSAHAANMU, KARENA KAMU TIDAK PERNAH TAHU KAPAN<br />
PERUSAHAANMU BERHENTI MENCINTAIMU<br />
- Narayana Murthy.</p>
<p>Bagi yang tertarik membaca pandangan dia secara mendalam, berikut kutipan<br />
kata-katanya:</p>
<p>?Saya sering menjumpai orang-orang yang bekerja selama 12 jam<br />
sehari, 6 hari seminggu, atau lebih. Beberapa diantaranya melakukan<br />
hal tersebut karena diburu-buru oleh deadline, memenuhi target yang<br />
telah ditetapkan. Bagi mereka, waktu-waktu panjang yang penuh<br />
lembur hanyalah bersifat sewaktu-waktu saja. Adapula yang<br />
menjalani jam-jam panjang dalam hari-hari mereka selama<br />
bertahun-tahun: entah karena orang-orang ini merasa telah<br />
mengabdikan diri sepenuhnya kepada pekerjaan, atau bisa juga<br />
disebut workaholic.</p>
<p>Apapun alasan yang orang buat untuk<br />
bekerja lembur, kondisi<br />
tersebut berpengaruh TIDAK BAIK kepada orang yang menjalani maupun<br />
orang-orang sekitarnya. Berada dalam kantor selama berjam-jam dalam<br />
rentang waktu yang lama, bisa menimbulkan potensi yang cukup besar<br />
bagi yang menjalaninya untuk membuat kesalahan. Rekan-rekan saya<br />
yang saya kenal sering bekerja lembur, sering membuat kesalahan<br />
karena faktor kelelahan. Membetulkan kesalahan-kesalahan ini tentu<br />
saja membutuhkan waktu dan tenaga tidak saja dari dirinya sendiri,<br />
melainkan orang lain yang secara langsung maupun tidak langsung<br />
bekerja bersamanya.</p>
<p>Masalah lain adalah orang-orang yang bekerja pada perusahaan yang<br />
menetapkan waktu kerja yang ketat seringkali bukanlah orang-orang<br />
yang secara pergaulan menyenangkan. Parakaryawan dari perusahaan<br />
dengan tipe seperti ini sering mengeluh atau komplain mengenai<br />
orang lain (yang tidak bekerja sekeras mereka). Mereka menjadi<br />
mudah tersinggung, dan<br />
mudah marah. Orang-orang lain menjauhi<br />
mereka. Perilaku semacam ini secara organisasi tentunya merupakan<br />
masalah besar: hasil besar akan dicapai oleh sebuah organisasi<br />
apabila ada jalinan harmonis dalam kerja sama tim antar<br />
karyawannya, bukannya bekerja sendiri-sendiri dan saling menjauhi.</p>
<p>Sebagai seorang manajer, saya harus membantu orang lain untuk<br />
meninggalkan kantor tepat waktu. Langkah pertama dan terpenting<br />
adalah saya lah yang harus memberi contoh dan pulang ke rumah tepat<br />
waktu. Saya bekerja dengan seorang manajer yang menyindir<br />
orang-orang yang bekerja lembur terlalu lama. Ajakannya menjadi<br />
kehilangan makna ketika orang-orang menerima emailnya dan melihat<br />
jam email tersebut dikirim ternyata jam 2 pagi. Untuk mengajak<br />
orang melakukan suatu hal, langkah terpenting adalah memberi contoh<br />
dengan melakukannya sendiri.</p>
<p>Langkah kedua adalah mengajak orang untuk menjalani hidup yang<br />
seimbang. Sebagai<br />
contoh, berikut ini adalah langkah-langkah yang<br />
menurut saya cukup membantu:</p>
<p>1) Bangun pagi, sarapan dengan menu yang baik, lalu berangkat<br />
bekerja..<br />
2) Bekerjalah dengan keras dan pintar selama 8 atau 9 jam sehari..<br />
3) Pulanglah ke rumah<br />
4) Baca buku atau komik, menonton film yang lucu, kumpul-kumpul<br />
dengan rekan-rekan.<br />
5) Makan yang sehat dan tidur yang cukup</p>
<p>Langkah-langkah ini disebut sebagai recreating. Mengerjakan langkah<br />
1, 3, 4, dan 5 akan memungkinkan langkah 2 dilakukan secara efektif<br />
dan seimbang.</p>
<p>Bekerja secara normal dan mempertahankan hidup yang seimbang adalah<br />
konsep yang sederhana. Langkah-langkah tersebut mungkin akan sulit<br />
dilakukan oleh sebagian orang karena orang tersebut akan menganggap<br />
perlunya perubahan mendasar yg bersifat personal pada dirinya.<br />
Sebenarnya langkah-langkah ini memungkinkan untuk dilakukan oleh<br />
setiap orang, karena kita memiliki kekuatan untuk memilih apa<br />
yang<br />
akan kita lakukan.&#8217;</p>
<p>?LOVE YOUR JOB BUT NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY?.</p>
<p>************************************$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$???????????????????????????????<br />
Sisipan dikit la :</p>
<p>Manajemen Waktu, sebuah ilustrasi Apr 26, &#8216;0710:23 AM<br />
for everyone</p>
<p>Suatu hari, seorang ahli ?Manajemen Waktu? berbicara didepan sekelompok<br />
mahasiswa bisnis, dan ia memakai ilustrasi yg tidak akan dengan mudah<br />
dilupakan para siswanya.</p>
<p>Dia mengeluarkan toples berukuran satu galon yang bermulut cukup lebar, dan<br />
meletakkannya diatas meja. Lalu ia juga mengeluarkan sekira selusin batu<br />
berukuran segenggam tangan, dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu<br />
kedalam toples.</p>
<p>Ketika batu itu memenuhi toples sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi<br />
yang muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya, ?Apakah toples ini sudah<br />
penuh?? Semua siswanya serentak menjawab, ?Sudah.?</p>
<p>Kemudian dia berkata, ?Benarkah?? Dia lalu meraih dari bawah meja<br />
sekeranjang kerikil. Lalu<br />
dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam toples<br />
sambil sedikit mengguncang- guncangkannya, sehingga ke rikil itu mendapat<br />
tempat diantara celah-celah batu-batu itu.</p>
<p>Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi, ?Apakah toples ini sudah<br />
penuh?? Kali ini para siswanya hanya tertegun, ?Mungkin belum?, salah satu<br />
dari siswanya menjawab.</p>
<p>?Bagus!?, jawabnya. Kembali dia meraih kebawah meja dan mengeluarkan<br />
sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam toples, dan pasir<br />
itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan<br />
bebatuan.</p>
<p>Sekali lagi dia bertanya, ?Apakah toples ini sudah penuh?? ?Belum!? serentak<br />
para siswanya menjawab. Sekali lagi dia berkata, ?Bagus!?</p>
<p>Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam toples,<br />
sampai toples itu terisi penuh hingga ke ujung atas.</p>
<p>Lalu si ahli Manajemen Waktu ini memandang kepada para siswanya dan bertanya<br />
?Apakah<br />
maksud dari ilustrasi ini?? Seorang siswanya yang antusias langsung<br />
menjawab, ?Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu<br />
masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya? ?Bukan?, jawab si ahli,<br />
?Bukan itu maksudnya?.</p>
<p>Sebenarnya ilustrasi ini mengajarkan kita bahwa: Kalau kamu tidak meletakkan<br />
batu besar itu sebagai yg pertama, kamu tidak akan pernah bisa memasukkannya<br />
ke dalam toples sama sekali.</p>
<p>Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami/istrimu,<br />
orang-orang yang kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. .<br />
Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu.</p>
<p>Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama<br />
atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya.</p>
<p>Jika kamu mendahulukan hal-hal kecil (kerikil dan pasir) dalam waktumu maka<br />
kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal kecil, kamu tidak akan punya<br />
waktu<br />
berharga yg kamu butuhkan untuk melakukan hal-hal besar dan penting<br />
(batu-batu besar) dalam hidup.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://sophia.dagdigdug.com/?p=233&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_233" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sophia.dagdigdug.com/archives/233/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Karakteristik Seks Wanita Berdasarkan Ciri Fisiknya &#160;&#160; </title>
		<link>http://sophia.dagdigdug.com/archives/232</link>
		<comments>http://sophia.dagdigdug.com/archives/232#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 13:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sophia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rutinitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sophia.dagdigdug.com/archives/232</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ini hanya sebuah informasi jadi ambil positif nya aja kali ya&#8230;.
Dengan memahami bentuk wajah seorang wanita, kita dapat mengetahui gairah seksnya sehingga bisa dijadikan pedoman untuk mencari pasangan yang cocok. Berikut ini adalah ciri-ciri wanita berdaya seks tinggi.
1. Wanita dengan ciri mulut mungil, lebar dahi sedang, rambut tebal, kulit kuning, badan tegak, kaki kecil, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ini hanya sebuah informasi jadi ambil positif nya aja kali ya&#8230;.</p>
<p>Dengan memahami bentuk wajah seorang wanita, kita dapat mengetahui gairah seksnya sehingga bisa dijadikan pedoman untuk mencari pasangan yang cocok. Berikut ini adalah ciri-ciri wanita berdaya seks tinggi.</p>
<p>1. Wanita dengan ciri mulut mungil, lebar dahi sedang, rambut tebal, kulit kuning, badan tegak, kaki kecil, payudara menonjol, nah dalam urusan ranjang ia sangat piawai, bahkan bisa disebut sebagai &#8216;master of sex&#8217;. Banyak pria memburu wanita yang seperti ini. Jadi jangan sampai kehabisan, tapi awas banyak yang palsu!</p>
<p>2. Wanita dengan ciri bibir tipis, wajah bulat, kulit hitam, tubuh kecil, tubuh tidak gemuk. Untuk urusan seks, wanita ini juga luar biasa dan tahan lama karena memiliki energi dan daya tahan yang ruarrrrr biasa! Kalo baterai, ini termasuk jenis Alkaline super heavy duty!</p>
<p>3. Selanjutnya, wanita dengan ciri rambut hitam tebal berombak dan berkilau. Sorot matanya hidup dan bercahaya. Wanita seperti ini gairah seksnya tinggi dan menurut bergaya posisi apapun. Keinginan suaminya adalah darma baktinya… mantaap…, tapi hati-hati salah urat.</p>
<p>4. Wanita dengan ciri wajah oval, mata besar, mulut lebar serta giginya tidak rata, rambut hitam panjang, postur tubuh kecil, warna kulit kemerahan, tumitnya indah. Nah, kalo wanita seperti ini pandai menciptakan suasana pemanasan yang romantis dan mampu mengantar pasangannya ke puncak kenikmatan… nyam… nyammm… nyam…</p>
<p>5. Terakhir, wanita dengan ciri berwajah dingin namun cantik, sorot mata tajam, kulit putih pucat, rambut panjang sepinggang, senang memakai baju putih. Wanita ini mempunyai semua kehebatan no. 1 sampai no. 4, tapii… cek dulu, punggungnya bolong apa nggak? Jangan-jangan kuntilanak, tapi kalo enak terserah aja.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://sophia.dagdigdug.com/?p=232&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_232" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sophia.dagdigdug.com/archives/232/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>CINTA ITU SEPERTI NUNGGU BIS AJA &#160;&#160; </title>
		<link>http://sophia.dagdigdug.com/archives/231</link>
		<comments>http://sophia.dagdigdug.com/archives/231#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 13:54:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sophia</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Rutinitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sophia.dagdigdug.com/archives/231</guid>
		<description><![CDATA[Cinta itu seperti seseorang yang menunggu BIS. Sebuah bis datang, dan
kau bilang
&#8220;wah&#8230;terlalu penuh, nggak bisa duduk nih! Aku tunggu bis berikutnya
saja&#8221;
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata,&#8221;Aduh
bisnya sudah
tua dan jelek begini&#8230;. nggak mau ah&#8230;.&#8221;
Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan
melewatimu begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, kondisinya masih
bagus, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cinta itu seperti seseorang yang menunggu BIS. Sebuah bis datang, dan<br />
kau bilang<br />
&#8220;wah&#8230;terlalu penuh, nggak bisa duduk nih! Aku tunggu bis berikutnya<br />
saja&#8221;</p>
<p>Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata,&#8221;Aduh<br />
bisnya sudah<br />
tua dan jelek begini&#8230;. nggak mau ah&#8230;.&#8221;</p>
<p>Bis selanjutnya datang, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan<br />
melewatimu begitu saja.</p>
<p>Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, kondisinya masih<br />
bagus, tapi kamu bilang, &#8220;Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan&#8221;, maka kamu<br />
membiarkan bis ketiga pergi. Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa<br />
kamu bisa terlambat pergi kuliah.</p>
<p>Ketika bis kelima datang, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya.<br />
Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis<br />
tersebut jurusannya bukan menuju kampusmu tp kepasar :p!!!</p>
<p>Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang<br />
benar-benar<br />
&#8220;ideal&#8221; untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang<br />
100% memenuhi keidealan kita. Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk<br />
&#8220;calon&#8221;, tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada &#8220;bis&#8221; yang<br />
berhenti di depan kita (tentunya dengan jurusan yang kita inginkan).<br />
Apabila ternyata memang &#8220;bis&#8221; itu tidak cocok, kita masih bisa berteriak,<br />
&#8220;Kiri&#8221;  dan keluar dari bis. Maka memberi kesempatan pada &#8220;bis&#8221;, semuanya<br />
bergantung pada keputusan kita. Daripada kita harus &#8220;jalan kaki menuju<br />
kampus&#8221;<br />
dalam arti meneruskan hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi. Cerita<br />
ini juga berarti, kalau kita benar-benar menemukan bis yang &#8220;kosong,<br />
masih baru, dan ber-AC, dan tentunya sejurusan&#8221;, kita harus berusaha<br />
sekuat tenaga untuk memberhentikan bis tersebut dan masuk ke dalamnya,<br />
karena menemukan bis seperti itu adalah suatu berkat yang sangat berharga<br />
dan sangat berarti tapi tidak semua orang yang mendapatkannya.</p>
<p>Nach…kamu termasuk yang mana ?</p>
<p>Atau..tetap..nunggu di halte…sampai Bis yang diinginkan datang…bila tidak pernah datang…badan terasa lelah…maka segera PULANG untuk tidur…dan beristirahat sejenak.. esok hari biar lebih fit nunggu lagi di halte yang sama…atau coba di halte yang berbeda siapa tau…Bis yang di tunggu2 benar datang…</p>
<p>Goodluck…</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://sophia.dagdigdug.com/?p=231&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_231" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sophia.dagdigdug.com/archives/231/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

